Dipostkan oleh @Vtp pada November 21, 2015

S__2482233

Sudah tentu bagi kalangan umat Buddha di Indonesia mengenal sesosok Bhante Sombat apalagi di umat Buddha di Semarang. Umat Buddha di Semarang datang ke Vihara Tanah Putih Semarang untuk mendengarkan ceramah beliau. Bhante Sombat sangat digemari oleh semua umat baik pria maupun wanita walaupun diantara banyak umat  datang hanya beberapa yang Bhante ingat atau dikenalnya. Bhante Sombat merupakan sesosok figure guru yang ramah, dan baik kepada setiap umat. Beliau yang serba kalem dan murah senyum mau mendengarkan kata-kata umat. Kata-katanya yang penuh tuntunan sesuai Dhamma dan seperlunya dalam berkata.

Umat Buddha bersuka ria melihat secara langsung kedatangan beliau di Vihara Tanah putih.  Salah satu umat berkata “ Bhante sombat itu memiliki aura yang luar biasa” adapula yang berkata ketika mendengarkan pesan-pesan dhammanya sampai membuat merinding. Para umat ingin sekali mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan beliau. Ketika mendapat kesempatan deket dan dapat berbicara adalah hal yang luar biasa bagi umat tersebut. Kedatangan beliau bhante Sombat merupakan magnet tersendiri bagi para umat, karena umat yang turut datang tidak hanya yang aktif di Vihara tapi umat yang tidak pernah datang ke vihara pun turut datang.

Jika kita mau mengkaji perilaku umat Buddha ketika kedatangan sesosok guru yang baik maka akan muncul pertanyaan pertanyaan. Sebenarnya apa yang diharapkan oleh umat, mendengarkan dhamma pun tak sepenuhnya mendengarkan, walaupun mendengarkan ceramah tapi tidak dapat mencerapnya. Tidak semua umat dapat mengerti ceramahnya tapi hanya kekaguman semata yang dimilikinya. Semua umat  menjadi senang ketika umat mendapatkan oleh-oleh (gelang) yang diberikan oleh bhantenya. Jadi sesungguhnya apa yang ingin didapat umat dari bhantenya; mendapat dhamma atau berkahnya (oleh-olehnya) Sungguh ironis !!!!

Dalam ceramahnya, bhante mengatakan bahwa menjadi umat Buddha yang baik datang ke vihara, mempersembahkan dana, menjalankan sila dengan sungguh-sungguh yang sesuai dengan janjinya. Janjinya adalah tidak membunuh, tidak mencuri, tidak ber-asusila, tidak berbohong dan tidak bermabuk-mabukan. Bhante hanyalah sebagai saksi bukan memberi sila ketika umat datang memohon tisarana dan pancasila. Umatlah yang menjalankan sila secara sungguh-sungguh!! Dengan menggunakan kesadaran maka tidak akan melakukan pelanggaran janji sila. Bagaimana mengembangkan kesadaran yaitu  melatih kesadaran dengan meditasi. Menjalankan meditasi dengan kuat maka pemikirannya sehat dan tubuh juga sehat.

Selanjutnya umat diharapkan untuk mengembangkan Panna agar dapat memahami Anicca, memahami dukkha, memahami anatta. Anicca merupakan kebenaran ketidak kekalan, dukkha sebagai penderitaan dan anatta sebagai tanpa aku. Semua itu adalah kebenaran mutlak, kita berusaha menerima dan tidak menolak tapi tidak terikat

Kedatangan Bhante Sombat merupakan siraman batin bagi para umatnya untuk menambah keyakinan pada Tiratana; Buddha, Dhamma dan Sangha. Semoga pesan dhamma dari beliau menjadikan motivasi umat untuk mengarungi kehidupan. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

 

0 Responses to Vtp

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



No comments

    • Search Blogs

    • Vihara Tanah Putih