Dipostkan oleh @Vtp pada October 6, 2016


orang-tua-bekerja

Setiap kepergianku menuju suatu tempat, sering aku menjumpai orang tua bahkan orang yang sangat tua sekali. Orang tua ini bukan orang tua sembarangan melainkan orang tua yang berjuang untuk bertahan hidup. Orang tua ini masih melakukan aktifitas walaupun ringan dan sebatas yang ia mampu. Namun, bagi orang tua tersebut suatu hal yang luar biasa.

Aku jumpai orang tua yang berjalan tertatih-tatih dengan memikul pisang hasil panennya. Kujumpai pula bapak tua yang menjual koran di perempatan jalan kota. Itulah sebagian kecil yang terlihat dan masih banyak yang dilakukan orang tua lainnya. Pak tua ini tidak mengaharap belas kasihan dari orang-orang yang ditemunya tetapi harapannya ada yang mau membeli barang dagangannya. Pak tua tersebut tidak lagi merasapanas teriknya matahari dan panasnya aspal jalanannya tetapi pak tua tetap melakukan pekerjaannya

Pak tua mengisi hari tuanya dengan susah payah, terus berusaha, bertahan, dan sabar walaupun dagangannya tidak dilirik siapa-siapa. Bahkan usaha pak tua menawarkan dagangannya sering diabaikan oleh para pengguna jalanan. Seakan-akan pak tua tersebut bicara dengan patung yang bergerak tetapi membisu. Sungguh menyedihkan melihat pemandangan orang tua tersebut.

Begitu sulitnya pengguna jalan menolak dengan baik-baik dengan menjawab “terima kasih”. Walaupun ucapan singkat itu, pak tua merasa diorangkan daripada didiamkan. Syukur kita sebagai pengguna jalan mau membelinya sehingga meringankan bebannya. Bahkan dagangannya tidak laku dalam waktu setengah hari atau satu hari. Orang tua ini semakin bingung mau makan apa karena dagangannya tidak laku. Belum lagi jika ada keluarga di rumah yang menunggu kepulangannya. Barang dagangannya semakin lama semakin rusak semakin basi dan tidak lagi memiliki nilai jual lagi.

Mari kita merenungkan; orang tua ini merupakan korban dari anak-anak yang tidak berbakti dan hanya mementingkan kesenangannya sendiri tanpa peduli orang tua. Umumnya orang tua menikmati hidup tenang bersama cucunya atau orang tua dapat berbahagia bersama anak-anaknya yang perhatian. Bukan lagi materi yang dicari tetapi kebersamaan yang membuat orang tua bahagia.

Orang tua telah berjuang untuk membesarkan kita dan menjadikan kita seperti sekarang ini. Sepatutnya, kita berbalas budi dengan menyokong keberadaannya mereka, meringankan beban hidupnya dan meneruskan perjuangannya yang belum dapat dicapai oleh orang tua. Orang tua bukan sesuatu yang tidak berguna melainkan sebagai tempat untuk melakukan kebaikan. Kita perlu tau, orang tua itu berharap anaknya tidak melupakan dan meninggalkan dirinya. Hanya kepada anak-anaknya, orang tua menyandarkan badanya dan pikirannya.

Masihkah kita mengabaikan orang tua atau membiarkan orang tua mengaiz rejeki dengan kulit keributnya. Bantulah orang tua untuk bisa tersenyum dan tertawa. Berilah kasih sayang sebagai anak kepada orang tuanya dan bukan lagi mengacuhkannya. Yang perlu kita ingat adalah perbuatan yang kita lakukan kepada orang tua kita tidak ada apa-apanya dibandingkan pengorbanannya pada anak-anaknya.

Pesannya: bantulah orang tua yang bekerja untuk meringankan bebannya di jalanan dan jagalah orang tua kita sendiri..

Semoga semua berbahagiaSmileSmileSmile

Oleh: Bdm

0 Responses to Vtp

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + nine =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



No comments

    • Search Blogs

    • Vihara Tanah Putih