Dipostkan oleh @Vtp pada October 24, 2015

IMG_0950

Semarang – Ratusan umat Buddha memadati pelataran Vihara Tanah Putih Semarang dalam rangka Puja Bakti 39 Pengabdian Sangha Theravada Indonesia. Puja bakti ditandai dengan pemukulan genta dan beduk sebagai pertanda Bhikkhu Sangha hadir di tempat puja. Puja Bakti dilaksanakan di tempat terbuka beratapkan langit dan  berlangsung tanpa penerang lampu listrik melainkan dengan menggunakan pelita. Cahaya pelita-pelita  ini menjadi penerang dalam acara puja sehingga udaranya menjadi lebih adem. Walau acara puja dilaksanakan dalam suasana remang-remang, para umat tetap berantusias dalam memanjatkan paritta gatha maupun sutta.

Pengabdian Sangha Theravada telah mencapai umur 39 tahun, tentu bukan umur yang pendek lagi. Perkembangan Sangha Theravada diawali dari Vihara Tanah putih Semarang, tanggal 23 Oktober 1976. Adapun para bhikkhu yang mencetuskan gagasan dan membentuk Sangha Theravada Indonesia adalah 5 (lima) bhikkhu Indonesia: 1. Bhikkhu Aggabalo, 2. Bhikkhu Khemasarano,  3. Bhikkhu Sudhammo,   4. Bhikkhu Khemiyo,  5. Bhikkhu Ñanavuttho. Sangha yang diawali 5 bhikkhu kini telah berkembang menjadi besar dan kuat

Dalam upacara puja ini dihadiri oleh Dewan sesepuh dari Sangha Theravada Indonesia yaitu Bhante Dhammasubho Mahathera, dan Padesanayaka Jawa-Tengah Bhante Cattamano Thera, Bhikkhu Dhammamitto, Bhikkhu Khemadhiro, dan Samanera Aggaseno. Para bhikkhu menguncarkan paritta maupun gatha ketika meditasi berlangsung yang dipimpin oleh Bhante Dhammasubho Mahathera. Selanjutnya, Bhante Dhammasubho memberikan kotbah dhamma kepada para umat yang hadir di pelataran Vihara.

Dalam kotbahnya, Bhante Dhammasubho mengawali kotbah dengan memberikan maksud dan tujuan diadakannya puja bakti yaitu 1. Puja pattidana kepada para bhikkhu yang telah wafat diantaranya adalah Bhante Girirakhito Mahathera mendiang, Bhante Khemasarano Mahathera mendiang, Bhante Sudhammo Mahathera Mendiang, Bhante Dhammapiyo Thera Mendiang, Bhante Dhammasuto Thera, Bhante Thitaketuko Thera Mendiang. 2. Peringatan 39 Tahun Pengabdian Sangha Theravada Indonesia yang diadakan di pelataran  Vihara Tanah Putih.

Bhante Dhammasubho memberikan ceramahnya bahwa hidup harus memiliki asas dan eses. Asas adalah tujuan yang jelas dan eses itu manfaat atau keuntungan. Jika seseorang memiliki tujuan yang jelas maka seseorang itu mendapatkan manfaat dari apa yang dikerjakan. Sehingga seseorang dapat menentukan pilihan dalam hidupnya dan apa yang telah dipilih yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kotbah dhamma diakhiri dengan Ucapan Dirgahayu 39 tahun Pengabdian Sangha Theravada Indonesia.

Puja bakti ini dilanjutkan dengan sambutan sambutan dari Magabudhi, Wandani dan Patria pelimpahan jasa kepada para leluhur, para mendiang atas kebajikan yang dilakukannya. Sebelum puja diakhiri juga pemercikan air paritta oleh anggota Sangha dan ditutup dengan Namaskara yang dipimpin oleh Bhikkhu Sangha. Upacara Puja yang telah dilaksanakan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata sebagai tanda penghargaan kepada umat yang aktif dalam menyokong Bhikkhu Sangha di Vihara Tanah putih oleh Bhante Cattamano Thera.

Oleh: Bdm

0 Responses to Vtp

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 8 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



No comments

    • Search Blogs

    • Vihara Tanah Putih