Dipostkan oleh @Vtp pada January 4, 2016

1451917641094

Sumowono – Suasana pagi di Dsn Candi, Ds. Candi Garon, Kec. Sumowono sangat terasa dingin serta sejuk untuk dirasakan. Bagi penduduk di Dsn. Candi dan sekitarnya telah memulai aktifitasnya untuk bekerja di ladang mengurus tanamannya. Demikian pula para bhikkhu yang bermalam di Vihara Vidyasasana,  Sumowono bersiap-siap untuk pindapata di dusun tetangganya yaitu Dsn. Semanding. Perjalanan dari Dsn . Candi menuju Dsn. Semanding membutuhkan waktu selama 20 menit dengan kendaraan roda empat karena jalanan yang dilintasi berbatuan dan sedikit berlumpur sehingga ekstra hati-hati untuk sampai ditempat tujuan. Di sepanjang perjalanan terpampang pemandangan alam yang indah untuk dinikmati

Beberapa umat Buddha Vihara Mahanama, semanding telah bersiap untuk mengiringi para bhikkhu yang akan melakukan pindapata kelililing dusun itu. Para bhikkhu menyusuri jalanan baik yang berlumpur serta jalanan yang berkerikil, sehingga sangat menyakitkan bagi kaki yang terkena kerikil tajam. Para umat, kebanyakan ibu-ibu dan anak-anaknya telah bersiap di depan rumah secara berjejer di jalanan, bahkan umat tidak sabar untuk menunggu giliran memasukan makanan ke bowl (mangkok). Para bhikkhu ini menerima makanan dengan berdiam tanpa berkata-kata (perilaku Bhikkhu) dan melanjutkan kembali perjalanan menuju ke pendana lain.

1451917712400

Hal ini merupakan kebahagiaan bagi umat di Dsn. semanding untuk melakukan pindapata, karena baru pertama kalinya melakukan persembahan kepada bhikkhusangha. Oleh karena itu, kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh umat Buddha Vihara Mahanama ini. Para bhikkhu sangat jarang untuk melakukan pindapatta dikampung-kampung karena harus membagi-bagi waktu untuk pembinaan ke daerah-daerah lain di Jawa-Tengah. Mengingat para bhikkhu di Jawa-Tengah sangat sedikit dengan wilayah pembinaan yang luas dan banyak. Jika dipikir-pikir umat Buddha di daerah sangat berharap besar untuk mendapat kesempatan berbuat baik seperti umat di kota.  Walaupun hanya sekali-kali dikunjungi para bhikkhu sudah membuat umat di daerah bahagia, dan merasa mendapat perhatian dan pembinaan dari para bhikkhu sangha.

Dalam anusasana sebelum makan pagi, Bhikkhu Khemadhiro memberikan penjelasan dalam bahasa jawa sehingga para umat memahami tentang pindapata. Pindapatta adalan tradisi mengumpulkan dana makanan dari rumah ke rumah atas dasar cinta kasih yang telah dilakukan sejak jaman para Buddha dan para siswanya. Tujuan dari pindapatta ini adalah memberikan kesempatan kepada para umat untuk berbuat baik dengan cara berdana makanan semampunya dan seikhlasnya, apalagi di Dsn. Semanding ini jarang sekali di kunjungi para bhante.

Tradisi pindapata ini harus dikenalkan kepada umat untuk dilestarikan, dan perlu diketahui bahwa pindapatta ini berbeda dengan mengemis. Jadi, jangan disalahartikan kalau bhantenya ini tidak mengemis. Dana makanan akan banyak memberikan manfaat bagi si penerima, sehingga bisa sehat,kuat,panjang umur, dan bahagia. Oleh karena itu, semoga para umat si pemberi dana makanan mendapatkan hal yang sama dan tidak hanya itu dengan berdana, para umat sesungguhnya telah turut serta menjaga, melestarikan dhamma karena makanan dari para umat membuat para bhante menjadi sehat dan kuat. Para bhikkhu dapat menjalankan kebhikkhuannya dengan baik,bisa kotbah kemana-mana untuk membabarkan dhamma,menjaga agama Buddh, dan melestarikan Buddha Sasana.

Sabhe Satta Bhavantu Sukhitatta

Oleh: Bdm

0 Responses to Vtp

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − nine =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



No comments

    • Search Blogs

    • Vihara Tanah Putih